Jumat, 06 Juli 2012

Klasikal Romantika Kota Praha



"Sayatan nada merdu musik klasik Ludwig Van Beethoven dari panggung orekstra jalanan mengalun lembut. Lagu itu seakan menceritakan kemegahan kota tua Praha. Terdengar sampai ujung jalanan kecil Karlův most. Seirama dengan ribuan langkah orang-orang yg baru saja tertegun puas mendengar bunyi lonceng Astronomical Clock Orloj. Pelukan romantis pasangan muda-mudi membaur dalam aura klasikal jembatan tua. Seakan kita turut menjadi bagian dari kebesaran peradaban manusia Eropa. Kota tua klasik, romantik nan cantik, dalam sebuah hayalan, kita sedang berwisata dengan mesin waktu di peradaban tua king charles"



Itulah sepotong kalimat yang menggambarkan kemegahan praha. Sebuah kota dengan sejuta romantika. Jika ratusan buku dan artikel mengulas keindahan kota Praha, niscaya tidak akan pernah ada satupun buku yang bisa menggambarkan seluruh keindahannya.

Tidak berlebihan jika saya memuji setinggi langit kota Praha. Pujian tersebut layak diberikan untuk keramahan dan kehangatan yang telah saya nikmati. Berikut saya berbagi pengalaman saya tentang Praha, ibukota Republik Ceko.

Pengurusan Visa
Sebagaimana perjalanan saya sebelumnya, mengurus visa menjadi bagian wajib sebagai bagian dari dokumen resmi perjalanan. Kebetulan sejak bulan Februari 2012, pengurusan visa untuk ke negara-negara eropa schengen jauh lebih mudah dan cepat. hal itu berlaku juga di Kedutaan Besar Republik Ceko di Jakarta. Jika dulu saya harus menuggu hampir 2-3 minggu untuk mendapatkan visa schengen, kali ini saya hanya membutuhkan waktu 1 minggu saja untuk mendapatkan visa schengen. Alhasil, proses kali ini lebih cepat dari biasanya. Sebagai tambahan, Kedutaan Republik Ceko hanya buka pada hari selasa dan kamis. Untuk itu, ada baiknya sebelum kita mengurus visa tersebut, kita dapat memastika semua dokumen pendukung lengkap (misalkan pas foto dengan background putih, asuransi perjalanan, bukti account, paspor, dll).

Setelah visa saya dapatkan, beberapa hari kemudian saya berangkat menuju Praha. Maskapai yang saya gunakan adalah maskapai E**R*TES. Maskapai tersebut sengaja saya pilih karena tempat transit di kota Dubai menjadi favorit saya untuk beristirahat atau membeli sesuatu. Fasilitas shoping mall di dalam bandara kota Dubai menurut pendapat saya pribadi sangat komprehensif jika di banding bandara-bandara kota lain si Uni Emirate Arab (misalkan Qatar atau Abu Dabi) maupun Turkey. Hampir semua jenis barang bisa kita temui di area pertokoan bandara.

Setelah transit sekitar 4 jam, saya melanjutkan perjalanan ke kota Praha kurang lebih 8 jam. Jangan terkejut dengan bandara Ruzyne karena bandara tersebut tidak sebesar bandara-bandara kota-kota besar lainnya di dunia. Bahkan perkiraan saya bandara mungkin lebih kecil dari bandara Sultan Hassanudin di kota Makassar. Who knows?

Perjalanan dari bandara menuju hotel saya memilih menggunakan sebuah taksi kuning yang tersedia di bandara. Padahal setelah saya tahu, ternyata tidaklah sulit jika kita menggunakan transportasi umum selain taksi dari bandara menuju pusat kota.

Sampai di kota Praha, saya menginap sebuah hotel kecil di kawasan Florenc. Saya memilih hotel tersebut dengan pertimbangan harga yang menurut saya sangat murah dengan fasilitas yang cukup baik. Saya memesan kamar secara online melalui sebuah website. Untuk tarif 3 malam jika dirupiahkan saya hanya membayar kurang dari 3 juta rupiah. Itupun saya bagi ber-3 dengan teman saya. Alhasil saya hanya membayar biaya penginapan sekitar 1 juta rupiah untuk 3 malamnya. Yipiduuu..

Fasilitas hotel tersebut selain tempat tidur dan kamar mandi didalam adalah TV dan air panas. Untuk layanan internet saya harus mambayar lagi sebesar 10 Euro per 3 hari yang kita tanggung bersama. Tetap terjangkau! Apalagi jarak dengan stasiun subway/metro dan halte bus hanya kurang dari 100 meter dan yang terpenting jarak dengan swalayan yang melayani kebutuhan sehari-hari juga kurang dari 100 meter.

Jangan lupa kawan, barang wajib yang harus kita miliki sebelum surving di kota Praha adalah PETA kota praha yang bisa dengan mudah dan gratis kita dapatkan dari hotel tempat kita menginap. Jika beruntung, peta yang kita dapatkan juga berisi jalur transportasi kota Praha plus rekomendasi tempat wisata.

Makanan
Tidak perlu takut soal makanan di kota Praha. Banyak penjual makanan di sepanjang jalan-jalan kota praha. Menu junkfood seperti Mc D**alds atau ayam goreng KF* banyak kita temui di kota Praha. Jika tidak cocok dengan selera makanan di kota Praha, jangan sungkan bawa alat masak ringan seperti kompor listrik kecil yang bisa digunakan untuk memasak nasi dan mie instan. Bahan bakunya pun sangat mudah ditemukan di kota Praha. Anda bisa kunjungi swalayan "Billa" di beberapa kawasan di kota Praha.

Soal harga, tidak perlu khawatir. Harga barang-barang yang ada di swalayan tidak jauh beda dengan harga-harga di Indonesia. Misalkan harga air mineral "aqua anna" hanya 25,90 Kc (mata uang Ceko) atau sebesar 13 ribu rupiah, harga telur (Vejce) 6 butir hanya 27,90 Kc atau kurang dari 14 ribu rupiah, dan harga beras sekitar setengah kilo gram hanya 22,90 Kc atau kurang dari 11 ribu lima ratus rupiah. Jika anda berselera pedasa, di swalayan juga dapat ditemukan sebuah merk saos sambal AB* kecil dengan harga 17,90 Kc atau kurang dari 9 ribu rupiah. Intinya, selera indonesia masih bisa ditemukan di swalayan kota Praha.

Saya berani mengatakan bahwa kota Praha adalah kota termurah yang saya pernah kunjungi di wilayah Eropa (maklum baru sedikit negara yang pernah saya kunjungi..he he he). Tidak hanya makanan di swalayan yang terjangkau, barang-barang lain yang saya belipun relatif lebih murah dibanding jika kita membeli di negara eropa lainnya.

Tempat Wisata dan Souvenir
Icon paling dikenal di kota Praha tentu saja adalah charles bridge yang kokoh berdiri diatas sungai Vlatava selain tentu saja jam astronomi Orloj. Saya tak perlu menjelaskan tentang kedua icon tersebut karena sangat mudah anda temukan profilnya di internet. :) Jika kita ingin menikmati keindahan luar biasa sungai Vlatava dari atas jembatan charles, maka saya rekomendasikan anda datang pada saat musim dingin dimana hamparan salju menutup seluruh sungai bak sebuah gelaran alami karpet putih cantik. :)

Souvenir oleh-oleh kota Praha sangat banyak jenisnya. Segala macam kaos, magnet kulkas, gantungan kunci, gelas, dan puluhan macam souvenir lainnya sangat mudah ditemukan di kota Praha. Pusat penjualannya berada di sepanjang jalan-jalan menuju Jembatan Charles. Harganya variatif, namun sebaiknya sebelum membeli kita melakukan survei ke beberapa toko untuk mengetahui kisaran harga yang pantas untuk dibeli. Jangan terpancing untuk membeli di satu toko souvenir karena bisa jadi harga yang ditawarkan jauh lebih mahal dibanding toko lainnya. 

Tips ini juga berlaku ketika anda hendak menukarkan uang di layanan jasa money changer. Banyak penyedia jasa money changer di kota Praha yang ternyata mematok harga terlalu tinggi ketika kita menukarkan uang kita ke mata uang Republik Ceko. Untuk itu, sebelum anda menukarkan uang, sebaiknya anda membandingkan setidaknya 3 atau 4 layanan jasa money changer. Untuk kebutuhan awal, anda bisa menukarkan sedikit uang anda ke dalam mata uang Republik Ceko pada layanan jasa money changer saat anda tiba di bandara Ruzyne, Praha. 

Untuk urusan souvenir, selain "souvenir standar" seperti kaos, magnet, dan lain-lain, saya memilih untuk membeli liontin kristal swarovski untuk anak dan istri saya. Kristal cantik tersebut menurut saya harganya masih relatif terjangkau. Jika dirupiahkan, untuk 1 buah liontin kristal kecil harganya tidak lebih dari 200 ribu. Bentuk dan kilauannya pun sangat memikat. Terbukti anak dan istri saya sangat menyukainya. Kristal di Republik Ceko dikenal sebagai kristal terbaik di dunia. Tak ada salahnya jika kita membeli sebagai cinderamata spesial untuk orang-orang yang kita sayangi. :)

Jika anda memiliki uang yang sedikit berlebih, anda bisa  membawa pulang sebuah souvenir unik yaitu foto tiga dimensi anda yang tergambar dalam sebuah kubus kristal putih. Souvenir ini biasa disebut dengan "3D Photocrystal". Anda bisa menemukan jasa tersebut di sebuah toko di jalanan kecil menuju jembatan Charles. Atau jika anda bisa menyempatkan diri datang ke mal, anda bisa menemukannya di lantai paling dasar mal Palladium di kawasan Musket. Harga ukuran kristal kubus terkecil (5cm x 5cm) jika dirupiahkan sekitar 500 ribu rupiah. Dengan hasil yang memuaskan, harga tersebut menurut saya pantas diberikan. :) Sayangnya foto kita dalam kubus kristal tersebut hanya bisa dikerjakan selama 1 hari. Artinya kita harus datang dihari berikutnya untuk mengambil souvenir tersebut. 

Jika anda tidak berkantung tebal, saya sangat menyarankan anda membeli souvenir dan macam-macam oleh-oleh murah khas kota Praha di pasar tradisional di jalan Havelska. Jalan tersebut terletak di sekitaran stasiun Metro Musket (kurang lebih 200 meter dari stasiun). Anda bisa datang di pagi hari sekitar jam 8 sampai jam 12 siang. Pasar tersebut menurut saya cukup lengkap menjual segala macam souvenir disamping menjual juga barang-barang kebutuhan sehari-hari warga kota.

Rute menuju Kedutaan Indonesia di kota Praha
Buat saya, mengunjungi sebuah negara asing tanpa berkunjung ke kedutaan besar kita adalah tabu. Begitupun pada kunjungan saya ke kota Praha kali ini. Kedutaan besar Republik Indonesia di Kota Praha terletak di Nad Budankami II/7. Rute menuju ke kedutaan tersebut adalah dengan naik kereta/Metro Subway pada Line B turun di stasiun Andel. Dari pintu keluar stasiun Andel kira-kira 100 meter kita ke halte bus Andel. Dari situ kita  lanjutkan dengan naik bus nomor 191 atau nomor 217 menuju stasiun Bus Podlivkami (stasiun ke 3). Namun bus pada umumnya tidak berhenti di stasiun bus Podlivkami. Jadi pada saat bus telah melintasi stasiun kedua, kita harus menekan bel dalam bus yang menandakan bahwa kita hendak berhenti di stasiun Podlivkami. Waktu tempuh dari stasiun Andel ke Podlivkami kurang lebih 10 sampai 15 menit. Dari situ kita bisa berjalan kaki kurang lebih 100 meter menuju kedutaan. Jika masih belum jelas, jangan sungkan untuk telepon langsung ke kedutaan besar Indonesia di Praha (+420 2 5721 4388 90), anda akan diterima dengan ramah dan diberi petunjuk selengkap-lengkapnya tentang rute menuju kedutaan oleh staf lokal kedutaan (Mbak Vera).

Transportasi
Transportasi di kota Praha tidaklah sulit. Pilihan utama yang menjadi favorit masyarakat dan turis adalah kereta bawah tanah atau metro subway, tram dan bus. Menggunakan taksi di Kota Praha memang dapat juga menjadi pilihan, namun soal harga jelas taksi jauh lebih mahal daripada metro. Sebagai ilustrasi jika kita menggunakan taksi dari bandara ke pusat kota, biaya yang dikenakan adalah sebesar 616 Kc atau 300 ribuan (asumsi 1 Kc = Rp500 rupiah). Bandingkan jika kita menggunakan metro dengan hanya seharga 24 Kc per trip. Atau jika ingin lebih murah lagi bisa menggunakan tiket harian seharga 110 Kc atau tiket terusan per 3 harian seharga 310 Kc. Perbedaan yang sangat signifikan. Belum lagi jika kita menggunakan taksi, kita akan menemukan kemacetan dan 'menikmati'  banyaknya lampu lalu lintas, sehingga rata-rata waktu tempuh menjadi jauh lebih lama. 

Kesimpulan saya tentang kota Praha adalah kota yang indah, romantis, megah, klasik, dan murah. Saya SANGAT merekomendasikan anda untuk berkunjung ke kota ini (jika memungkinkan). :)

"Kecantikan kota Praha menjadi magnet buat saya untuk selalu ingin kembali..."  

Salam
Teguh Arifiyadi


2 komentar:

There is a life in my Lens mengatakan...

bsa di share mas biaya nay dari indo - praha? dan pengeluaran slama dsna?

Teguh Arifiyadi mengatakan...

Biaya terbesar ada pada tiket pesawat, tapi kalau beruntung, bisa juga dapat tiket yang murah (kurang dari 800 USD). Biaya visa untuk paspor hijau juga harus diperhitungkan kira2 750 ribu. Untuk biaya hidup disana, tidak jauh berbeda dengan di Jakarta. Biaya hotel juga tergantung pilihan hotel, tarif termurah bisa 300 - 400 ribu per malam per orang..masih sangat terjangkau! :)