Minggu, 11 Maret 2012

Perspektif Regulasi Bidang Informatika terkait Sertifikasi dan Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik (RME) di Indonesia

Teguh Arifiyadi
Abstrak
Pemanfaatan Electronic Medical Record (EMR) atau yang biasa dikenal dengan Rekam Medis Elektronik saat ini menjadi bagian tidak terpisahkan dalam proses pelayanan kesehatan. ERM sebagai bagian dari sebuah sistem informasi dalam pelayanan kesehatan menjadi basis database sistem elektronik yang mengotomatisasi proses pelayanan. Sebagai sebuah sistem elektronik, penyelenggaraan/pengelolaan ERM tunduk dan mengikuti regulasi yang berhubungan dengan penyelenggaraan sistem elektronik. Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menjadi salah satu frame regulasi yang mengatur aspek hukum dalam penyelenggaraan sebuah sistem elektronik.

Sistem elektronik EMR sebagaimana sistem elektronik pada umumnya menghasilkan data atau informasi elektronik yang secara hukum diakui keberadaannya sebagaimana data/informasi non elektronik. UU ITE mengatur bagaimana persyaratan yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan sistem elektronik termasuk penyelenggaraan EMR. Disamping itu, regulasi tentang penyelenggaraan sistem elektronik mengamanatkan tentang kewajiban Sertifikasi Kelaikan, audit penyelenggaraan Sistem Elektronik, mengatur tentang perbuatan yang dilarang beserta sanksinya, dan mengatur bagaimana aspek privacy menjadi salah satu concern dalam penyelenggaraan sistem elektronik.

Oleh karena itu, standardisasi dalam penyelenggaraan ERM mutlak diperlukan. Standardisasi menjadi kriteria yang digunakan oleh regulator maupun operator dalam memberikan sertifikasi. Sertifikasi dalam penyelenggaraan ERM diharapkan tidak saja mencakup sertifikasi software atau sistem aplikasi melainkan juga hardware, dan brainware.


Pokok-Pokok Paparan:
  1. Introduction; Definisi Rekam Medis Elektronik kaitannya dengan Pengelola RME sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik [PSE]
  2. Kewajiban Umum Penyelenggara Sistem Elektronik
  3. Aspek-aspek penting dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik [Sertifikasi Kelaikan, Penempatan Data Center/ Disaster Recovery Center, dan Audit Sistem Elektronik]
  4. Informasi Elektronik dalam Rekam Medis Elektronik
  5. Aspek Hukum Informasi/Dokumen Elektronik dalam Rekam Medis Elektronik [Dokumen/Informasi Elektronik sebagai alat bukti yang sah, privacy dalam Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik, Asas Presume Liability dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik, dan Perbuatan yang dilarang dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik].
  6. Standardisasi Dalam Rangka Sertifikasi Rekam Medis Elektronik
  7. Bencmarking Penyelenggaraan Sertifikasi dan Standardisasi Rekam Medis Elektronik


Paparan lengkap telah disampaikan penulis dalam "Seminar Penerapan Rekam Medis Elektronik pada Praktik Dokter--Menuju Sertifikasi Rekam Medis Elektronik yang diselenggarakan di Yogyakarta, tanggal 10 Maret 2012 dalam Annual Scientific Meeting 2012 Dalam Rangka Dies Natalies Fakultas Kedokteran UGM ke-66.

Paparan bisa juga di download pada link berikut. Download!


Tidak ada komentar: